Transit Oriented Development (TOD): Konsep, Prinsip, dan Penerapannya di Indonesia

Transit Oriented Development (TOD) adalah pendekatan perencanaan kawasan yang mengintegrasikan transportasi publik, tata guna lahan, dan aktivitas perkotaan dalam satu kesatuan. Konsep ini mendorong terbentuknya kawasan yang mudah dijangkau dengan berjalan kaki, bersepeda, maupun transportasi umum sehingga ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dapat dikurangi.

TOD umumnya dikembangkan di sekitar stasiun atau simpul transportasi dengan karakteristik kepadatan yang lebih tinggi, penggunaan lahan campuran, konektivitas yang baik, serta lingkungan yang ramah pejalan kaki. Pendekatan ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan transportasi, tetapi juga bagaimana kawasan di sekitarnya dirancang agar lebih efisien, inklusif, dan layak huni.

Mengapa TOD Penting bagi Perkotaan?

Pertumbuhan kota dan meningkatnya mobilitas masyarakat menghadirkan berbagai tantangan, terutama kemacetan, ketergantungan pada kendaraan pribadi, serta ketidakterpaduan antara transportasi dan tata guna lahan.

Beberapa persoalan yang menjadi dasar pentingnya penerapan TOD antara lain:

1. Kemacetan dan ketergantungan kendaraan pribadi

Kota-kota besar menghadapi peningkatan volume perjalanan yang berdampak pada kemacetan dan waktu tempuh. Pengembangan transportasi publik yang terintegrasi dapat menjadi alternatif terhadap penggunaan kendaraan pribadi.

2. Transportasi publik yang belum terintegrasi

Keberadaan moda transportasi publik saja belum cukup. Pengguna membutuhkan koneksi yang mudah antara MRT, LRT, BRT, kereta komuter, feeder, serta jaringan pejalan kaki dan sepeda.

3. Tata guna lahan yang belum terintegrasi

Ketika pusat kegiatan, permukiman, dan transportasi berkembang secara terpisah, masyarakat cenderung harus melakukan perjalanan lebih jauh. TOD berupaya mendekatkan berbagai fungsi tersebut.

4. Kualitas kawasan sekitar transit

Stasiun tidak seharusnya hanya menjadi tempat naik dan turun penumpang. Kawasan di sekitarnya perlu menyediakan ruang publik, fasilitas pejalan kaki, aktivitas ekonomi, dan hunian yang mendukung kehidupan sehari-hari. Source: Contemporary Planning

Prinsip Utama Transit Oriented Development

Penerapan TOD membutuhkan integrasi antara aspek transportasi dan pengembangan kawasan. Beberapa prinsip utama yang dapat diterapkan adalah:

1. Penggunaan lahan campuran

Menggabungkan fungsi hunian, perdagangan, perkantoran, fasilitas publik, dan rekreasi dalam satu kawasan agar kebutuhan sehari-hari dapat dijangkau dengan perjalanan yang lebih pendek.

2. Kawasan ramah pejalan kaki

Menyediakan trotoar yang nyaman, akses yang aman, jalur sepeda, serta koneksi langsung menuju stasiun atau halte.

3. Kepadatan yang sesuai

Kepadatan kawasan di sekitar simpul transportasi dapat ditingkatkan untuk mendukung jumlah pengguna transportasi publik sekaligus memanfaatkan lahan secara lebih efisien.

4. Infrastruktur hijau

Ruang terbuka hijau, taman, dan infrastruktur hijau lainnya dapat menjadi bagian dari kawasan TOD untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

5. Integrasi antarmoda

TOD membutuhkan koneksi yang mudah antara berbagai moda transportasi. Integrasi ini mencakup jaringan fisik, akses pejalan kaki, hingga sistem pembayaran yang memudahkan perpindahan moda. Source: Contemporary Planning

TOD dan Perencanaan Kota

TOD pada dasarnya bukan hanya proyek transportasi. TOD merupakan pendekatan pengembangan kawasan yang menghubungkan transportasi dengan tata ruang.

Karena itu, perencanaan TOD perlu mempertimbangkan:

  • struktur dan pola ruang kawasan;
  • kepadatan dan intensitas pemanfaatan ruang;
  • penggunaan lahan campuran;
  • jaringan transportasi publik;
  • konektivitas pejalan kaki dan sepeda;
  • ruang terbuka publik;
  • hunian yang terjangkau;
  • fasilitas pelayanan umum;
  • serta kebijakan yang mengatur perkembangan kawasan.

Pendekatan ini menjadi semakin penting ketika pengembangan kawasan transit berpotensi mengubah struktur ruang dan mendorong densifikasi maupun komersialisasi di sekitar stasiun. Source: Contemporary Planning

Studi Kasus TOD di Indonesia

TOD MRT Jakarta

Pada 2017, HAS Consulting Group bersama Royal Haskoning mengembangkan skenario pembangunan dan implikasi perencanaan untuk MRT Jakarta. Kajian tersebut mencakup wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan serta beberapa kecamatan yang berada dalam pengaruh jalur MRT. Contemporary Planning

Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam pengembangan skenario tersebut meliputi:

  • proyeksi pertumbuhan sosial-ekonomi dan jumlah penumpang;
  • pengembangan sistem feeder;
  • integrasi pembayaran transportasi;
  • kebijakan tarif;
  • integrasi MRT dengan LRT, BRT, dan kereta komuter;
  • serta kebijakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Dari sisi perencanaan kawasan, pengembangan TOD MRT juga perlu didukung fasilitas publik, ruang terbuka, hunian yang terjangkau, dan konektivitas antarmoda.

TOD Halim

Pada 2017, HAS Consulting Group bersama konsorsium Indonesia-Cina (KCIC) mengembangkan skenario pembangunan dan implikasi perencanaan TOD Halim.

Kawasan Halim memiliki posisi strategis karena menghubungkan kereta cepat, LRT, BRT, dan akses menuju bandara. Kondisi tersebut menjadikan kawasan ini berpotensi berkembang sebagai salah satu simpul transportasi penting di Jakarta. Source: Contemporary Planning

Perencanaan TOD Halim perlu memperhatikan beberapa aspek, antara lain:

  • integrasi berbagai moda transportasi;
  • perubahan struktur dan fungsi ruang;
  • peningkatan kepadatan di sekitar stasiun;
  • kebutuhan infrastruktur baru;
  • pengembangan fasilitas publik dan ruang terbuka;
  • integrasi fungsi komersial, hunian, dan fasilitas umum;
  • serta penyesuaian kebijakan tata ruang.

Tantangan Penerapan TOD

TOD tidak cukup hanya dengan membangun stasiun atau meningkatkan kapasitas transportasi publik. Keberhasilannya bergantung pada integrasi antara transportasi, tata ruang, kebijakan, dan kebutuhan masyarakat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

Integrasi antarmoda — perpindahan antartransportasi harus mudah dan nyaman.

Konektivitas kawasan — stasiun harus terhubung dengan lingkungan sekitarnya, bukan menjadi titik yang terisolasi.

Kelayakhunian — kawasan perlu menyediakan ruang publik, fasilitas, dan lingkungan yang nyaman.

Keterjangkauan hunian — peningkatan nilai kawasan tidak seharusnya membuat masyarakat berpenghasilan rendah kehilangan akses terhadap kawasan transit.

Kebijakan tata ruang — perkembangan TOD perlu didukung oleh RTRW, RDTR, dan kebijakan transportasi yang selaras.

Kesimpulan

Transit Oriented Development (TOD) merupakan pendekatan perencanaan kota yang mengintegrasikan transportasi publik dengan tata guna lahan dan pengembangan kawasan.

Jika direncanakan secara terpadu, TOD dapat membantu menciptakan kawasan yang lebih mudah diakses, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, memperpendek perjalanan, serta meningkatkan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Pengalaman pengembangan MRT Jakarta dan TOD Halim menunjukkan bahwa TOD membutuhkan lebih dari sekadar infrastruktur transportasi. Integrasi antarmoda, tata guna lahan, fasilitas publik, kebijakan transportasi, hunian, dan kualitas ruang menjadi bagian penting dalam membangun kawasan transit yang berkelanjutan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang dimaksud dengan Transit Oriented Development (TOD)?
Transit Oriented Development (TOD) adalah pendekatan perencanaan dan pengembangan kawasan yang mengintegrasikan transportasi publik dengan tata guna lahan dan aktivitas perkotaan, terutama di sekitar stasiun atau simpul transportasi.
Apa tujuan utama penerapan TOD?
Tujuan utama TOD adalah menciptakan kawasan yang mudah diakses dengan transportasi publik, berjalan kaki, dan bersepeda, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Apa saja ciri kawasan TOD?
Kawasan TOD umumnya memiliki akses transportasi publik yang baik, penggunaan lahan campuran, kepadatan yang sesuai, konektivitas pejalan kaki dan sepeda, ruang publik, serta integrasi berbagai moda transportasi.
Apakah TOD hanya diterapkan di sekitar stasiun?
Stasiun atau simpul transportasi merupakan titik utama dalam pengembangan TOD, tetapi konsep TOD mencakup kawasan di sekitarnya. Pengembangan kawasan perlu terhubung dengan jaringan transportasi dan aktivitas perkotaan yang lebih luas.
Apa hubungan TOD dengan tata ruang?
TOD memiliki hubungan erat dengan tata ruang karena pengembangannya mengintegrasikan sistem transportasi dengan tata guna lahan. Karena itu, kawasan TOD perlu didukung oleh kebijakan dan rencana tata ruang yang selaras.
Apa manfaat TOD bagi masyarakat?
TOD dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap transportasi publik dan berbagai fasilitas perkotaan, memperpendek perjalanan, meningkatkan konektivitas kawasan, serta menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda.
Apa saja prinsip utama Transit Oriented Development?
Beberapa prinsip utama TOD meliputi penggunaan lahan campuran, kepadatan yang sesuai, kawasan ramah pejalan kaki, integrasi antarmoda transportasi, konektivitas yang baik, ruang publik, dan pengembangan kawasan yang mendukung transportasi publik.
Apa contoh penerapan TOD di Indonesia?
Contoh pengembangan TOD di Indonesia antara lain kawasan yang terintegrasi dengan MRT Jakarta dan pengembangan TOD Halim. Kedua kawasan tersebut menunjukkan pentingnya integrasi transportasi, tata guna lahan, dan pengembangan kawasan.
Apa tantangan dalam penerapan TOD?
Tantangan penerapan TOD antara lain integrasi antarmoda, konektivitas kawasan, koordinasi antarwilayah dan operator transportasi, penyediaan infrastruktur pendukung, penataan tata guna lahan, serta menjaga keterjangkauan dan kualitas kawasan bagi masyarakat.
Mengapa TOD penting untuk kota-kota di Indonesia?
TOD dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menghadapi pertumbuhan perkotaan dan meningkatnya kebutuhan mobilitas. Dengan mengintegrasikan transportasi publik dan tata ruang, kawasan dapat dikembangkan menjadi lebih terkoneksi, efisien, dan berorientasi pada manusia.

Pelajari Perencanaan Wilayah Lebih Mendalam

Ingin memahami lebih jauh tentang TOD, tata ruang, dan berbagai pendekatan dalam perencanaan wilayah dan kota?

Temukan materi pembelajaran dan kursus yang dirancang untuk membantu Anda memahami konsep serta penerapannya secara lebih praktis.

Klik disini untuk menjelajahi kursus HAS.ID

Upgrade Kompetensi
Perencanaan Anda

Mulai belajar bersama K-HAS dan akses materi profesional yang relevan dengan kebutuhan industri dan pemerintahan.

Scroll to Top